Daun Kering
Daun pasti mengering Busuk dan mati Hari ini aku melewati pusaramu lagi Engkau kesayanganku Yang aku lihat hanyalah sebuah tanda Kekuasaan yang mahadaya Yang membuatku tak berdaya Pusaramu adalah tanda KehendakNya yang lebih besar Mengalahkan kehendakku untuk mencintaimu selamanya Seperti daun-daun kering yang aku sapu di seputaran pusaramu Seperti itulah dirimu pada akhirnya dan kita semua Ada saja daun yang masih muda dan sudah gugur Pada akhirnya mereka pun layu membusuk Pada titik ini aku tersadar Dan tak bisa berduka lagi Yang ada hanyalah ketundukan dan kepasrahan Engkau berhenti di sini kekasihku Sedangkan aku harus tetap berjalan Izinkan aku pergi melupakanmu barang sesaat Hingga kita dipertemukan lagi Aku pun sehelai daun yang sedang menunggu jatuhnya diriku